Arsip

Posts Tagged ‘Identifikasi kebutuhan segera’

ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK “H” UMUR 8 BULAN DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DIRUANG ANAK RSAB MUSLIMAT JOMBANG

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bronkopneumonia adalah peradangan pada bronkus dan parenkim paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam seperti bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing.
Peradangan pada bronkus dan parenkim paru bisa diderita oleh semua umur terutama bayi dan anak balita karena selain dari virus, bakteri dan sebagainya lingkungan yang kotor dan berdebu menjadi perananan yang sangat dominan bagi penyebaran penyakit tersebut.
Bronkopneumonia infeksi yang dapat menjadi kondisi penderita menurun dengan komplikasi seperti TB, perdarahan paru dan lain-lain.
Hal-hal tersebut diatas mendasari penulis untuk menyusun asuhan kebidanan pada anak dengan bronkopneumonia diruang anak RSAB Muslimat. Dengan harapan agar anak yang telah diberikan asuhan kebidanan dapat melalui kondisi tersebut dengan aman sehingga penderita tersebut dapat sembuh total. Dengan demikian akan menekan angka kematian anak.

B.    Tujuan
1.    Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada anak dengan bronkopneumonia melalui pendekatan management kebidanan.
2.    Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa mampu :
a.    Memahami teori tentang bronkopneumonia
b.    Mengkaji data yang menunjang asuhan kebidanan pada anak dengan bronkopneumonia
c.    Menginterpresentasikan data dasar untuk mengidentifikasi masalah dan diagnosa
d.    Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial
e.    Mengidentifikasi kebutuhan dan tindakan segera
f.    Mengembangkan intervensi
g.    Melakukan implementasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
LANDASAN TEORI BRONKOPNEUMONIA

I.    Pengertian
1.    Bronkopneumonia adalah salah satu pembagian dari pneumonia menurut dasar anatomis pneumonia yaitu radang paru-paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam seperti virus, bakteri, jamur dan benda-benda asing.
(Ngastiyah, 1997).
2.    Bronkopneumonia adalah radang pada parenkim paru
(Lab/UPF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, 1994)
Bronkopneumonia sering terjadi pada umur dibawah 3 tahun, dapat primer karena kuman/virus virulen, yang kemudian menyebabkan infeksi paru, atau sekunder berhubungan dengan penyakit lain, misalnya campak atau pertusis aspirasi benda asing yang tidak steril, terutama susu pada setiap sakit berat atau kasus bedah yang menyebabkan anak lemah. Onslitnya sering kali akut, disertai demam tinggi mendadak dan anak lemah sekali, kadang disertai kejang. Batuk dapat merupakan gejala yang menonjol, dapat juga tidak.
Baca selengkapnya…

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.”A” POST S C DI RUMAH SAKIT CEPU

TINJAUAN TEORI

SEKSIO SESAREA

I.    PENGERTIAN
Seksio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan dengan membuka dinding uterus.
Seksio sesarea merupakan suatu pesalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram.
(Hanifa, 2005 : 133)
Seksio sesarea didefinisikan sebagai lahir janin melalui insisi dinding uterus, abdomen (laparotomi) dan dinding uterus (histerektomi), definisi ini tidak mencakup pengeluaran janin dari rongga abdomen pada kasus raptura uteri / pada kasus kehamilan abdomen. (Gary, 2009 : 592).
Seksio sesarea abdominal telah menjadi tindakan bedah kebidanan ke-2 tersering yang digunakan disini dan di luar negeri, lalu mengikuti ekstraksi vakum dengan frekuensi yang dilaporkan 6 – 15%. Alasan terpenting untuk perkembangan ini adalah :
–    Peningkatan prevalensi primigravida
–    Peningkatan usia ibu
–    Peningkatan insafisiensi plasenta
–    Perbaikan pengamatan kesejahteraan janin
–    Peningkatan melakukan tindakan persalinan yang sukar
–    Perluasan indikasi untuk SC yang mencakup resiko fetus yang mungkin ada dalam gravida beresiko tinggi. (Gary, 2009 : 593). Baca selengkapnya…

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY”A” TRIMESTER III DI BPS IBU FITRIA NUR FAIDA, Amd.Keb DESA SUMBER TLASEH KEC. DANDER KAB. BOJONEGORO

TINJAUAN TEORI
KEHAMILAN TRIMESTER III

A.    DEFINISI
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.
(Ida Bgus Gde Manudia, 1998 : 4)
Kehamilan Trimester III adalah kehamilan antara 28 – 40 minggu.
(Rustam, Mochtar, 1998 : 43)

B.    PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI PADA KEHAMILAN TRIMESTER III
1.    Uterus
Berat uterus normal 30 gram, pada akhir kehamilan uterus menjadi 1000 gram dengan panjang 20 cm dan dinding kurang lebih 2,5 cm.
2.    Servik Uteri
Servik uteri juga mengalami perubahan karena hormon estrogen, jika korpus uteri lebih banyak mengandung jaringan otot, maka servik lebih banyak mengandung jaringan ikat. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi menjadi lebih lunak.
3.    Mamma
Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin, estrogen dan prugesteron. Pada kehamilan 12 minggu ke atas puting susu akan keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut eolostrum.
4.    Sistem Respirasi
Seorang wanita his tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak nafas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas sehingga diafragma kurang leluasa bergerak.
(Sarwono, 2005 : 89)

C.    KEBUTUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III
1.    Nutrisi
Kecukupan gizi ibu hamil diukur berdasarkan kenaikan berat badan. Kalori ibu hamil 300-500 kalori lebih banyak dari tidak hamil. Kenaikan BB ibu hamil Trimester III

sekitar 0,3-0,5 kg/ minggu. Kebutuhan protein 30 gr lebih banyak dari biasanya.
2.    Seksual
Hubungan seksual pada Trimester III tidak berbahaya kecuali ada riwayat :
•    Sering abortus
•    Perdarahan peruagina
•    Terdapat tanda infeksi dengan adanya pengeluaran cairan disertai rasa nyeri dan panas pada jalan lahir.
3.    Istirahat dan tidur
Istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani, rohani, untuk kepentingan pertumbuhannya dan janin. Kebutuhan tidur malam 8 jam/ hari.
4.    Kebersihan diri
Ibu his penting menjaga kebersihan, perawatan payudara penting untuk persiapan laktasi, penggunan BH yang longgar dan menyangga membantu perkembangan payudara.
(Persis Mary Hamliton, 1995 : 85)

Baca selengkapnya…

ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK “Y” DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DI RSU Dr. SOEPRAPTO CEPU – BLORA

BRONCHOPNEUMONIA

I.    DEFINISI
Bronchopneumonia adalah     :    Salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran bercak tertentu dalam satu / lebih area paru yang berdekatan diseitarnya.
Pneumonia adalah     :    Radang paru-paru yang mengenai salah satu / lebih beberapa lobus paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrasi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur.

II.    ETIOLOGI
Penyakit ini disebabkan oleh :
1.    Bakteri : Displococeus pneumonia, pneumococcus, influenza, bancus, friend lander, mycobacterium, tubeculosis
2.    Virus : Respirator synfical, virus, virus influenza, virus sitomegau
3.    Jamur : Citoplasma topsuiorum, criptococcus neptromas blastomicler, dermasder coccdinder, immites, candida albicon, my coplasma pneumoni.
4.    Faktor lain yang mempunyai timbulnya pneumonia adalah daya tahan tubuh yang menurun, misalnya : Akibat malnutrisi energi protein (MEP), penyakit menurun dan pengobatan antibiotik yang tidak sempurna. Tetapi, pada umumnya, pada bayi dan anak kecil di temukan stapilococcus aureus, sebagai penyebab pneumonia yang berat, serius dan sangat progresif dengan mortalitas yang tinggi.

III.    MANIFESTASI KLINIS
Gejala penyakit pneumonia biasa di dahului infeksi saluran nafas atas akut selama beberapa hari, selain di dapatkan demam, mengigil, suhu tubuh meningkat dapat mencapai 40oC, sesak nafas, nyeri dada dan batuk dengan dahak kental. Terkadang dapat berwarna kuning hingga hijau. Pada sebagian penderita juga ditemukan gejala lain seperti : nyeri perut, kurang nafsu makan dan sakit kepala. Tanda dan gejala berupa : Baca selengkapnya…

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “Y” GIP00000 DENGAN MOLA HYDATIDOSA PRO KURETASE KE – I DI RUANG BERSALIN BAPELKES RSD JOMBANG

Maret 6, 2013 Tinggalkan komentar

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Hamil mola ialah suatu kehamilan dimana setelah fertilisasi hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio tetapi terjadi proliferasi dari fili korialis disertai dengan degenerasi hidrofik, uterus melunak dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi tidak dijumpai adanya janin, kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur. Sampai saat ini penyebab mola tidak diketahui namun faktor-faktor yang dapat menyebabkan mola antara lain faktor umum. Imuno selektif dari trofoblas, keadaan sosio ekonomi rendah, paritas tinggi, kekurangan protein, infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas. Pada kehamilan mola biasanya terdapat gejala hamil muda yang kadang-kadang lebih nyata dari kehamilan biasanya, muka dan badan kelihatan pucat, pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan, kadang terjadi perdarahan sedikit atau banyak. Pada pemeriksaan tidak dijumpai adanya kerangka janin (Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal, Sarwono Prawirohardjo, 2002). Kehamilan mola 10 x lebih besar terjadi pada wanita usia 45 tahun bila dibanding pada usia reproduksi 20 – 40 tahun. Kejadian mola di rumah sakit besar di Indonesia kira-kira diantara 80 persalinan (Obstetri Patologi, bagian obsgin. FK. UNPAD, 1984).

Kehamilan dengan mola dapat menimbulkan komplikasi antara lain perdarahan syok infeksi sekunder, perforasi dan keganasan (Chorio Carcinoma). Oleh karena itu perlu diwaspadai mengingat kehamilan ibu terbanyak disebabkan perdarahan. Pada kehamilan mola perlu penanganan lebih intensif, harus segera dilakukan evakuasi jaringan pada trimester awal atau maksimal usia gestasi 4 bulan. Setelah itu dilakukan kuretase untuk membersihkan sisa-sisa jaringan pada hari ke 7 – 10 untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien sehingga komplikasi yang akan timbul bisa dicegah dna diatasi.

Baca selengkapnya…

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS CUKUP BULAN Ny “A” USIA 0 HARI DENGAN RESIKO INFEKSI DI RUANG NEONATUS RSAB MUSLIMAT JOMBANG

Maret 6, 2013 Tinggalkan komentar

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap tahun diperkirakan 4 juta bayi meninggal pada bulan pertama kehidupannya dan 2/3nya meninggal pada minggu pertama. Penyebab utama kematian pada minggu pertama kehidupan adalah komplikasi berat lahir rendah. Sedangkah infeksi lebih sering ditemukan pada Bayi yang lahir di RS, dibandingkan dengan Bayi yang lahir dirumah. Kurang lebih 98% hal ini terjadi di negara berkembang dan sebagian besar kamatian ini dapat dicegah dengan pengenalan dini dan pengobatan yang tepat, sehingga usaha yang telah dilakukan dapat menekan angka kematian sekecil-kecilnya.

Untuk itu pemeriksaan dan pemantauan bayi baru lahir sangat penting dan vital sekali dalam penilaian perkembangan dan apakah hasil pemeriksaan sesuai dengan ciri keadaan normal BBL. Hal ini erat kaitannya pada perencanaan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan bayi. Karena itu penulis tergerak untuk memilih ASKEB pada Neonatus, selain untuk menambah kesiapan dan pengalaman ilmu dalam pemeriksaan dan penanganan yang dibutuhkan Bayi sesuai kondisinya, selain itu sudah menjadi prioritas utama seorang bidan disamping melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil dan ibu melahirkan.

Penulis berharap semoga “Asuhan Kebidanan Neonatus Ny “A” Usia 0 Hari Dengan Resiko Infeksi” ini dapat memacu penulis untuk memberikan ASKEB pada neonatus secara cepat dan tepat.

Baca selengkapnya…

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK AJI USIA 2 TH DENGAN GASTROENTRITIS DI BAPELKES RSD JOMBANG

Maret 6, 2013 Tinggalkan komentar

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Dipekirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 perseribu penduduk sebelumnya. Dengan upaya yang sekarang telah diilaksanakan, angka kematian dirumah sakit dapat ditekan menjadi kurang dari 3%.

Penggunaan istilah diare sebenarnya lebih tepat daripada gastroentritis karena istilah yang disebut terakhir ini memberikan kesan seolah-olah penyakit ini disebabkan oleh infeksi dan walaupun disebabkan oleh nfeksi, lambung jarang mengalami peradangan.

Penyakit diare merupakan penyakit yang rawan menyerang pada anak dan bayi, penanganan dan asuhan yang diberikan harus benar-benar intensif dan komprehensif. Masalah ini seorang Bidan harus siaga dalam menangani dan membantu dalam perawatan yang dilaksanakan. Untuk itu seorang Bidan harus terampil dalam menyusun Asuhan Kebidanan serta pelaksanaannya dilapangan. Karena itu penulis tergerak untuk memilih Asuhan Kebidanan pada anak 2 tahun dengan Gastroentritis, selain untuk menambah kesiapan dan pengalaman ilmu dalam pemeriksaan dan penanganan yang dibutuhkan anak dengan diare. Sudah menjadi prioritas utama seorang Bidan disamping melakukan asuhan kebidanan pada Ibu hamil dan Ibu melahirkan.

Dari penjabaran dan alasan diatas saya berharap semoga “Asuhan kebidanan anak 2 tahun dengan gastroentritis” ini dapat memacu semangat kami untuk memberikan Asuhan Kebidanan pada anak dengan gastroentritis, dengan ccepat dan tepat.

Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.