Arsip

Archive for the ‘Materi kuliah’ Category

Makalah Ekonomi Kebijakan Moneter Uang Dan Bank

MAKALAH EKONOMI
Kebijakan Moneter, Uang, Bank
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement”, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Read more…

MAKALAH ASKEB ANAK

1.4 PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1.    Identitas
Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insidence penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi  usus asimptomatik dan kuman enteric menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .
2.    Keluhan Utama
BAB lebih dari 3 x
3.    Riwayat Penyakit Sekarang
BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).
4.    Riwayat Penyakit Dahulu
Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak.
5.    Riwayat Nutrisi
Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan,
6.    Riwayat Kesehatan Keluarga
Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.

7.    Riwayat Kesehatan Lingkungan
Penyimpanan  makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.
8.    Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan
a.    Pertumbuhan
o    Kenaikan BB karena umur 1 –3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg),  PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.
o    Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.
o    Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 – 16 buah
o    Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.
b.    Perkembangan
o    Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.
Fase anal :
Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, meulai menunjukan keakuannya, cinta diri sendiri/ egoistic, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanyan adalah latihan kebersihan, perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungna interpersonal, bermain).
o    Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.
Autonomy vs Shame and doundt
Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak.
o    Gerakan kasar dan halus, bacara, bahasa dan kecerdasan, bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun :
1.    berdiri  dengan satu kaki tampa berpegangan sedikitpun  2 hitungan (GK)
2.    Meniru membuat garis lurus (GH)
3.    Menyatakan keinginan   sedikitnya dengan dua kata (BBK)
4.    Melepasa pakaian sendiri (BM)
9.    Pemeriksaan Fisik
a.    pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil, lingkar kepala, lingkar abdomen membesar,
b.    keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.
c.    Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih
d.    Mata : cekung, kering, sangat cekung
e.    Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic meningkat > 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum
f.    Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis metabolic (kontraksi otot pernafasan)
g.    Sistem kardiovaskuler : nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .
h.     Sistem integumen : warna kulit pucat, turgor menurun > 2 dt, suhu meningkat > 375 0 c, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang > 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.
i.    Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.
j.    Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.
10.    Pemeriksaan Penunjang
1)    Laboratorium :
•    feses kultur : Bakteri, virus, parasit, candida
•    Serum elektrolit : Hipo natremi, Hipernatremi, hipokalemi
•    AGD : asidosis metabolic ( Ph menurun, pO2 meningkat, pcO2 meningkat, HCO3 menurun )
•    Faal ginjal : UC meningkat (GGA)
2)    Radiologi : mungkin ditemukan bronchopemoni
Read more…

Jenis-Teknologi-Komunikasi-Baru

TEKNOLOGI KOMUNIKASI BARU

•    SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Pada masa digital dan serba komputer seperti saat ini, persepsi masyarakat akan mengarah kepada perubahan cara serta pola komunikasi. Bagaimana pada saat ini, masyarakat tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami sebuah revolusi komunikasi.

Indonesia telah mengalami penglobalan dalam bidang informasi Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan pada proses penyampaian informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak hanya audio, tetapi juga visual. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

•    TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.

Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943.

Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler.
Read more…

ISU STRATEGIS DALAM MENGELOLA TEKNOLOGI DAN INOVASI

ISU STRATEGIS
DALAM MENGELOLA TEKNOLOGI DAN INOVASI

Setelah menyimak bagian ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan:
1)    Peran strategis teknologi  sebagai bagian strategi  korporasi
2)    Inovasi Radical dan Incremental
3)    Tantangan Pengembangan  Inovasi
4)    Peran organisasi dalam pengembangan inovasi
5)    Kultur entrepreneurship yang inovatif

10.1.     Peran Teknologi
Teknologi menjadi bagian penting yang mendukung keberhasilan strategi suatu perusahaan ataupun organisasi. Karena itu, pihak manajemen tidak segan-segan menginvestasikan sejumlah dana untuk kepentingan teknologi. Teknologi menjadi penentu perusahaan saat berhadapan dengan para pesaingnya.
UNDP (2001), melaporkan bahwa bahwa transformasi teknologi dewasa ini berkaitan dengan transformasi lainnya yakni globalisasi; dan bersamaan dengan kegiatan menciptakan jaringan. Selanjutnya dijelaskan kaitan antara kapabilitas masyarakat – yang didukung oleh kemajuan penerapan teknologi dalam bidang obat-obatan, komunikasi, pertanian, energi, dan manufaktur – telah nyata meningkatkan kapabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, teknologi sendiri ditentukan oleh perkembangan kapasitas dan kesejahteraan daripada masyarakat itu sendiri.
Satu hal penting lainnya yang dapat dicatat dari laporannya bahwa perkembangan industri sekarang telah memasuki zaman jaringan dimana teknologi bekerja dalam berbagai bidang, utamanya:
•    Riset dan inovasi
Dengan tersedianya teknologi maka kolaborasi antar lembaga dan bisnis dalam satu negara semakin nyata dan tidak dapat dihalangi.
•    Produksi
Pusat teknologi bisa saja di negara-negara maju seperti Amerika Utara, Kanada dan Jepang, akan tetapi fasilitas lain dapat berlokasi di negara-negara lain yang telah menjadi jaringan korporasi demikian.

•    E-business
Penggunaan internet dan bentuk lainnya telah memungkinkan kontak bisnis secara langsung yang dikenal dengan business to business, dan sampai sekarang diprediksikan akan naik secara nyata.
•    Diaspora
Sebaran daripada ilmu dan teknologi demikian cepat, yang apabila datang dari negara berkembang akan dapat menciptakan nilai kepada negara tersebut dengan memberikan nilai kepada bisnis, hubungan, dan transfer keahlian dari negara basisnya.
•    Advokasi
Dengan tersedianya teknologi maka antara pihak yang berkaitan dapat memberikan advokasi satu dengan lainnya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi bukan saja berperan untuk kemajuan satu perusahaan, akan tetapi lebih dari itu teknologi menjadi tumpuan satu bangsa untuk mensejahterakan rakyatnya. Teknologi  diyakini tergantung pada kesejahteraan dan kapasitas dari bangsa itu sendiri.
Salah satu contoh, Trilogi adalah suatu perusahaan yang berhasil memotivasi karyawannya dengan menggunakan teknologi komputer – pemakaian internet – sehingga membuka kesempatan bagi karyawan untuk melakukan berbagai inovasi. Internet disiapkan untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada pelanggan. Dengan penggunaan teknologi perusahaan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sehingga pelanggan tetap terpuaskan. Bahkan pada perusahaan penerbangan penggunaan Internet menjadi bagian pelayanan utama. Internet dapat memotong berbagai perantara (disintermediation) yang dapat menciptakan efisiensi bagi perusahaan, dan lebih dari itu Internet “memanjakan” pelanggan. Dengan  penggunaan Internet dalam reservasi, maka pelanggan juga menikmati efisiensi yang diciptakan oleh perusahaan. Dan akhirnya, Internet menjadi alat perusahaan untuk memposisikan dirinya terhadap pesaing dalam industri yang digelutinya.

Oleh karena itu, harus dicatat sejak dini bahwa peran teknologi berkaitan dengan inovasi yang memungkinkan seluruh jajaran di perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih kepada  pelanggan. Peran teknologi haruslah diorientasikan kepada pelayanan, baik terhadap pelanggan internal maupun eksternal. Inovasi dalam hal ini diartikan sebagai pemanfaatan pengetahuan untuk mentransformasikan proses produk dan jasa secara komersil, guna memperoleh keuntungan. Terminologi inovasi yang berasal dari kata novus sesungguhnya berarti memperkenalkan sesuatu yang baru, sehingga pekerjaan inovasi juga terkait dengan masalah manajemen. Dalam kaitan ini maka sumber daripada inovasi adalah teknologi, sehingga dua hal ini berkaitan erat satu dengan lainnya. Walau harus dicatat bahwa teknologi bukanlah sumber satu-satunya.
Sesuai dengan itu harus dicatat pula bahwa keberadaan teknologi – inovasi dalam satu perusahaan berada dalam satu pengelolaan. Sehingga pengelolaan yang baik akan mendorong penggunaan teknologi dan inovasi yang memungkinkan strategi dapat terlaksana dan tujuan dapat tercapai.
Read more…

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY”N” TRIMESTER I DI BPS IBU FITRIA NUR FAIDA, Amd.Keb DESA SUMBER TLASEH KEC. DANDER KAB. BOJONEGORO

TINJAUAN TEORI
KEHAMILAN TRIMESTER I

A.    PENGERTIAN KEHAMILAN
Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari:
-    ovulasi pelepasan ovum
-    terjadinya migrasi spermatozoa dan ovum
-    terjadinya konsepsi dan pertumbuhan zigot
-    terjadinya nidasi pada uterus
-    pembentukan plasenta
-    tumbuh kembang hasil konsapsi sampai aterm.
(Ida Bagus Gde Manuaba. 1998. hal : 95)
Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih 300 hari (43 minggu) dengan demikian kehamilan bisa dibagi 3 bagian :
1.    kahamilan matur        : usia kehamilan 40 minggu
2.    kehamilan post matur    : usia kehamilan > 43 minggu
3.    kehamilan premature    : usia kehamilan 28-36 minggu
(Ida Bagus Gde Manuaba. 1998. hal:123)

B.    PENGERTIAN KEHAMILAN TRIMESTER I
Kehamilan trimester I adalah usia kehamilan mulai dari bulan ke-0 sampai 3 bulan atau 0-12 minggu. Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam 3 bagian :
1.    kehamilan triwulan I        : 0-12 minggu
2.    kehamilan triwulan II        : 12-28 minggu
3.    kehamilan triwulan III         : 28-40 minggu
(Rustam Mochtar. 1998. hal : 40)

C.    TANDA-TANDA KEHAMILAN
1.    Tanda dugaan kehamilan
•    amenorhoe
•    mual muntah
•    ngidam
•    pingsan
•    payudara tegang
•    sering BAK
•    konstipasi / obstipasi
•    pigmentasi kulit
•    virises
2.    Tanda tidak pasti kehamilan
•    pembesaran rahim
•    pada periksa dalam dijumpai tanda hegar, tanda chadwik, tanda piscak kontraksi, Braxton hicks, teraba ballotment.
•    Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif
3.    Tanda pasti kehamilan
•    gerakan janin pada rahim
•    denyut jantung janin
•    USG, melihat gambar janin

4.    Tes kehamilan
Dipakai pemeriksaan hormone HCG dalam urin dasar reaksi antigen, antibody dengan HCGsebagai antigen, cara yang banyak digunakan adalah Hemoglutinasi.
5.    Diagnosa banding kehamilan
•    hamil palsu (pseudocyesis)
•    tumor kandungan (mioma uteri)
•    kista ovarium
•    hematometra
•    kandung kemih yang penuh
(Rustam mochtar. 1998. hal:43-46)
Read more…

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “V” DENGAN 2 JAM POST PARTUM DI BPS “FITRIA NUR FAIDA, Amd.Keb” DESA SUMBERTLASEH KEC. DANDER KAB. BOJONEGORO

TINJAUAN PUSTAKA
MASA NIFAS NORMAL

A.    PENGERTIAN
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil berlangsung selama kira-kira 6 minggu.
(Abdul Bari Saifuddin. 2002. hal:N-22)

B.    TUJUAN PERAWATAN PASCA PARTUM
1.    Meningkatkan involusi uterus normal dan kembali kekeadaan sebelum hamil.
2.    Mencegah atau meminimalkan komplikasi pasca partum.
3.    Meningkatkan kenyamanan dan penyembuhan pelvic, jaringan perianal dan psikososial.
4.    Membantu pemulihan fungsi tubuh normal.
5.    Meningkatkan pemahaman terhadap perubahan-perubahan fisiologis dan psikososial.
6.    Memfasilitasi peawatan bayi baru lahir dan perawatan mandiri oleh ibu baru.
7.    Meningkatkan kebersihan integrasi bayi baru lahir kedalam unit keluarga.
8.    Menyokong ketrampilan peran orang tua dan perlengkapan orang tua bayi.
(Barbara.R.Stright. 2004. hal:188)

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGALAMAN PASCA PARTUM
1.    Sifat persalinan dan kelahiran, serta tujuan kelahiran.
2.    Persiapan persalinan, kelahiran dan peran menjadi orang tua.
3.    Transisi menjadi orang tua yang mendadak.
4.    Pengalaman keluarga secara individual atau bersama terhadap kelahiran anak dan membesarkan anak.
5.    Harapan peran orang tua.
6.    Kepekaan dan efektivitas asuhan keperawatan dan perawatan professional lainnya.
7.    Faktor-faktor resiko pada komplikasi pasca partum.
(Barbara.R.Stright. 2004. hal:189)

I.    PERUBAHAN BIOFISIK PASCA PARTUM
A.    PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI
1.    Uterus
Berkontraksi dengan kuat setelah kelahiran bayi, uterus akan tetap sama ukurannya sampai 2 hari, kemudian berkurang (involusi) dan turun sekitar 1 ruas jari perhari.
a.    pada 10-14 hari pasca partum, uterus tidak dapat dipalpasi di abdomen. Uterus kembali mendekati ukuran sebelum hamil dalam 4-6 minggu pasca partum. Tempat perlekatan plasenta membutuhkan 6-7 minggu untuk sembuh; regenerasi endometrium memerlukan waktu 6 minggu.
b.    Lokia, keluaran dari uterus selama 3 minggu pertama setelah kelahiran terjadi dalam 3 tipe :
•    Lokia rubra adalah keluaran berwarna merah gelap terjadi 2 sampai 3 hari pertama. Lokia ini mengandung sel-sel epitel, eritrosit, leukosit dan desidua.
•    Lokia serosa adalah keluaran merah muda sampai kecoklatan, terjadi dari 3-10 hari setelah kelahiran. Ini adalah keluaran serosanguineuos yang mengndung desidua, eritrosit, leukosit, lender servik dan microorganisme.
•    Lokia alba adalah keluaran yang hamper tidak berwarna sampai krem kekuningan, terjadi dari 10 hari s/d 3 minggu setelah kelahiran. Keluaran ini mengandung leukosit, desidua, sel epitel, lemak, lender servik, kristal kolesterol dan bakteri.

2.    Servik
Menjadi lebih tebal dan lebih keras. Involusi servik yang lengkap bisa berlangsung 3-4 bulan.

3.    Vagina
Rugae tampak kembali dalam 3 sampai 4 minggu pasca partum.

4.    Perineum
Tampak edema dam memar setelah melahirkan. Bisa ditemukan episiotomi atau laserasi.

5.    Abdomen
Tetap lunak dan mengendur selama beberapa waktu setelah melahirkan, striae tetap tetapi putih perak. Diastasis reksi(pemisahan otot-otot rektus abdomenis) dapat terjadi pada wanita dengan tonus otot yang buruk.

6.    Payudara
•    terjadi penurunan cepat kadar estrogen dan progesterone, dengan peningkatan sekresi prolaktin setelah melahirkan.
•    Colostru sudah ada pada waktu melahirka, ASI diproduksi pada hari ke-3 atau ke-4 post partum.
•    Payudara lebih besar dan lebih keras terjadi karena laktasi (pembengkakan primer) kongesti berkurang dalam 1 atau 2 hari.
•    Didalam payudara, prolaktin menstimulasi sel-sel alveolar untuk menghasilkan susu. Pemghisapan oleh bayi baru lahir memicu pelepasan oksitosin dan kontraktilitas sel-sel mioepitel, yang menstimulasi aliran susu, dikenal sebagai reflek let-down.
(Barbara.R.Stright. 2004. hal:190)
Read more…

ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK “H” UMUR 8 BULAN DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DIRUANG ANAK RSAB MUSLIMAT JOMBANG

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bronkopneumonia adalah peradangan pada bronkus dan parenkim paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam seperti bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing.
Peradangan pada bronkus dan parenkim paru bisa diderita oleh semua umur terutama bayi dan anak balita karena selain dari virus, bakteri dan sebagainya lingkungan yang kotor dan berdebu menjadi perananan yang sangat dominan bagi penyebaran penyakit tersebut.
Bronkopneumonia infeksi yang dapat menjadi kondisi penderita menurun dengan komplikasi seperti TB, perdarahan paru dan lain-lain.
Hal-hal tersebut diatas mendasari penulis untuk menyusun asuhan kebidanan pada anak dengan bronkopneumonia diruang anak RSAB Muslimat. Dengan harapan agar anak yang telah diberikan asuhan kebidanan dapat melalui kondisi tersebut dengan aman sehingga penderita tersebut dapat sembuh total. Dengan demikian akan menekan angka kematian anak.

B.    Tujuan
1.    Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada anak dengan bronkopneumonia melalui pendekatan management kebidanan.
2.    Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa mampu :
a.    Memahami teori tentang bronkopneumonia
b.    Mengkaji data yang menunjang asuhan kebidanan pada anak dengan bronkopneumonia
c.    Menginterpresentasikan data dasar untuk mengidentifikasi masalah dan diagnosa
d.    Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial
e.    Mengidentifikasi kebutuhan dan tindakan segera
f.    Mengembangkan intervensi
g.    Melakukan implementasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
LANDASAN TEORI BRONKOPNEUMONIA

I.    Pengertian
1.    Bronkopneumonia adalah salah satu pembagian dari pneumonia menurut dasar anatomis pneumonia yaitu radang paru-paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam seperti virus, bakteri, jamur dan benda-benda asing.
(Ngastiyah, 1997).
2.    Bronkopneumonia adalah radang pada parenkim paru
(Lab/UPF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, 1994)
Bronkopneumonia sering terjadi pada umur dibawah 3 tahun, dapat primer karena kuman/virus virulen, yang kemudian menyebabkan infeksi paru, atau sekunder berhubungan dengan penyakit lain, misalnya campak atau pertusis aspirasi benda asing yang tidak steril, terutama susu pada setiap sakit berat atau kasus bedah yang menyebabkan anak lemah. Onslitnya sering kali akut, disertai demam tinggi mendadak dan anak lemah sekali, kadang disertai kejang. Batuk dapat merupakan gejala yang menonjol, dapat juga tidak.
Read more…

ASUHAN KEBIDANAN MENOLONG PERSALINAN PRIMIGRAVIDA PADA Ny. “R” DENGAN USIA KEHAMILAN 38 – 40 MINGGU DI BPS FITRIA NUR FAIDA, Amd.Keb

TINJAUAN TEORI
A.    PENGERTIAN
Partus Ialah pengeluaran bayi dengan usia kehamilan cukup bulan letak sejajar sumbu badan ibu, persentasi belakang kepala, keseimbangan diameter kepala bayi dan panggul ibu serta dengan tenaga sendiri.
(Sarwono. 2007 : 456).

B.    BENTUK PERSALINAN
1.    Persalinan spontan
Bila Pesalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan Ibu sendiri
2.    Persalinan buatan
Bila proses persalinan dengan buatan tenaga dari luar
3.    Persalinan anjuran

C.    PEMBAGIAN WAKTU PERSALINAN
1.    KALA I
Yaitu kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai      pembukaan lengkap.
Kala dibagi 3 fase yaitu
a.    Fase Laten
Berlangsung selama 8 jam, pembukaan terjadi sangat lambat sampai  pembukaan 3 cm
b.    Fase Aktif
Dibagi menjadi 3 fase
1)    Fase Akselerasi
Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm
2)    Fase dilatasi maksimal
Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 cm   menjadi 9 cm
3)    Fase diselerasi
Pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm sampai lengkap

2.    KALA II
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multi.

Tanda Gejala Kala II
1)    Ibu mempunyai keinginan untuk meneran
2)    Ibu merasakan tekanan pada anus
3)    Perineum Menonjol
4)    Vukva vagina dan sfingter ani membuka

3.    KALA III
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai plasenta lahir yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Manajemen aktif  kala III terdiri dari  :
1)    Pemberian oksitosin dengan segera
2)    Penegangan tali pusat terkendali
3)    Massose uterus

4.    KALA IV
Dimulai dari saat lahirnya placenta sampai 2 jam post partum
1 jam pertama      :    tekanan darah, nadi, TFU, kontraksi uterus, kandung kemih, pendarahan diperiksa setiap 15 menit suhu  1 jam kemudian
1 jam kedua        : tekanan darah, nadi, TFU, kontraksi uterus, kandungan kemih, pendarahan diperiksa, setiap 30 menit, suhu 1 jam kemudian
Read more…

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR NORMAL PADA Bayi NY”I” DI BPS FITRIA NUR.F Amd.Keb. DESA SUMBER TLASEH KEC.DANDER KAB.BOJONEGORO

TINJAUAN PUSTAKA
BAYI BARU LAHIR NORMAL

I.    Pengertian
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dengan berat badan lahir  2500 gram.

II.    Tujuan Perawatan bayi Baru Lahir
1.    Mencapai dan mempertahankan jalan nafas dan mendukung pernafasan.
2.    Mempertahankan kehangatan dan mencegah hipotermi.
3.    Memastikan keamanan dan mencegah cidera atau infeksi.
4.    Mengidentifikasi masalah-masalah aktual atau potensial yang memerlukan perhatian.

III.    Transisi kehidupan ekstrauteri
1.    Periode transisi
a.    Periode ini merupakan fase tidak stabil selama 6 sampai 8 jam kehidupan yang akan dilalui seluruh bayi dengan mengabaikan usia gestasi atas sifat persalinan dan melahirkan.
b.    Pada periode pertama reaktivitas (segera setelah lahir) pernafasan cepat   (> 80x/menit) dan pernafasan cuping hidung sementera, retraksi dengan suara seperti mendengkur dapat terjadi.
c.    Setelah respon awal ini bayi baru lahir menjadi tenang, rileks dan tertidur 2 jam setelah kelahiran.
2.    Adaptasi pernafasan
a.    Pernafasan awal dipacu oleh faktor fisik, sensorik dan kimia.
b.    Frekeunsi pernafasan     bayi bayi lahir berkisar 30-60x/menit.
c.    Sekresi lendir mulut dapat menyebabkan bayi batuk dan muntah terutama selama 12 jam-18 jam pertama.
3.    Adaptasi cardiovaskuler
a.    Berbagai perubahan anatomi berlangsung setelah lahir.
b.    Denyut nadi 120-160x/menit saat bangun dan   100x/menit saat tidur.
c.    Rata-rata tekanan darah adalah 80/80 mmHg.
4.    Perubahan termoregulasi dan metabolik
a.    Suhu bayi baru lahir dapat turun beberapa denyut setelah kelahiran karena lingkungan lebih dingin daripada lingkungan dalam uterus.
b.    Kehilangan panas yang cepat dalam lingkungan terjadi melalui konduksi, konveksi, radiasi, evaporasi.
5.    Adaptasi gastrointestinal
a.    Enzim digstif aktif pada waktu lahir dan dapat menyokong kehidupan ekstrauteri pada kehamilan 36-38 minggu.
b.    Perkembangan otot dan reflek yang penting untuk menghantarkan makanan sudah terbentuk waktu lahir.
c.    Pencernaan protein dan karbohidrat telah tercapai, pencernaan dan absorsi lemak kurang baik karena tidak adekuatnya enzim-enzim pankreas dan lipase.
d.    Kelenjar saliva imatur waktu lahir, sedikit saliva diolah sampai bayi usia 3 bulan.
e.    Pengeluaran mekonium yang merupakan tinja berwarna hitam kehijauan, lengket dan darah samar diskresikan dalam 24 jam pertama pada 90% bayi baru lahir normal.
6.    Adaptasi sistem imun
a.    Bayi baru lahir tidak dapat membatasi organisme penyerang di pintu masuk.
b.    Imunitas sistem pelindung antara lain respon inflamasi berkembang baik secara kualitatif maupun kuantitatif, fagositosis lambat, imunoglobin A (IgA) hilang dari saluran pernafasan dan perkemihan.
7.    Adaptasi ginjal
a.    Sebagian besar BBL berkemih 24 jam pertama setelah lahir 2-6x sehari (1-2 hari pertama) setelah itu bayi berkemih 5-20x dalam 24 jam.
b.    Urin dapat keruh karena lendir dan garam asam urat, noda kemerahan dapat diamati pada popok karena kristal asam urat.
Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.