Makalah ICT
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan akan diterapkan era pasar bebas regional baik Asean Free Trade Area (AFTA) tahun 2003, Asia Pasific Economic Community (APEC) tahun 2010, maupun World Trade Organization (WTO) tahun 2020, maka seluruh sumberdaya bisnis yang ada di Indonesia harus dapat mempersiapkan diri agar dapat berkompetisi secara bebas dan sehat.
Pada saat era pasar bebas diterapkan, akan banyak hal terjadi dimana tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Nelayan Muncar dapat memperoleh kredit pemilikan kapal dari Bank of Thailand, tukang cukur professional dari Malaysia, maupun produk hasil pertanian dari Malaysia, hal-hal tersebut menjadi tantangan bagi kita untuk meningkatkan produk dan layanan agar mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain.
Sistem e-business lanjutan
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Saat ini dunia perdagangan tidak lagi dibatasi dengan ruang dan waktu. Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang dengan instan sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka kini muncul transaksi yang menggunakan media internet untuk menghubungkan antara produsen dan konsumen. transaksi melalui internet ini dikenal dengan nama Bisnis Elektronik atau E-Business.
Sistem Bisnis Elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama E-Business merupakan kegiatan berbisnis oleh organisasi, individu atau pihak-pihak terkait yang menggunakan media teknologi informasi seperti internet untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis sehingga dapat memberikan keuntungan berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimasisasi, efisiensi dan peningkatan produktivitas. Dimana kegiatan berbisnis oleh perusahaan atau individu yang bersangkutan tidak hanya berupa kegiatan pembelian, penjualan dan jasa saja, tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis.
Pengaruh budaya dalam perilaku konsumen
PENDAHULUAN
Kebudayaan adalah faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang, terutama dalam perilaku pengambilan keputusan dan perilaku pembelian. Dalam perkembangan sejarah budaya konsumsi maka masyarakat konsumsi lahir pertama kali di Inggris pada abad 18 saat terjadinya tehnologi produksi secara massal. Tehnologi yang disebabkan oleh berkembangnya revolusi industri memungkinkan perusahaan-perusahaan memproduksi barang terstandarisasi dalam jumlah besar dengan harga yang relatif murah.
Pada saat yang bersamaan muncul revolusi kebudayaan, di mana masyarakat secara bertahap berubah dari masyarakat agraris menjadi masyarakat yang kekotaan, karena dengan berpindahnya ke perkotaan maka budaya mereka berubah sehingga berkembanglah tata nilai baru dan pola kehidupan yang baru akibat pekerjaan yang berbeda. Tidak hanya orang yang kaya saja bahkan orang yang biasa juga merasa perlu membeli produk yang dapat memuaskan kebutuhan budaya baru, seperti munculnya perbedaan status yang makin menonjol di kalangan masyarakat perkotaan.
Makalah berebut bisnis sabun
PENDAHULUAN
Dalam dua bulan terakhir ini ada iklan sabun cukup mencolok di televisi yang dibintangi penyanyi Delon dan Titi DJ. Promosi sabun merek BuKrim ini, menurut riset Nielsen Media Research, telah menghabiskan lebih dari Rp 2 miliar. Dari gencarnya promosi di media cetak dan elektronika bisa diketahui sabun cuci itu ingin dipasarkan secara besar-besaran.
Karena itu siapa yang bermain sabun di balik merek BuKrim bisa ditebak, yakni Indofood. Perebutan pasar sabun krim pencuci itu sebagai reaksi atas ”gangguan” Wings yang telah memukul telak bisnis inti Indofood. Selama ini produk sabun dan pembersih badan (toiletries), termasuk pembersih lantai, sabun cuci, dan lainnya, dikuasai dua perusahaan raksasa, yaitu PT Unilever dan Grup Wings. Dua-duanya memiliki pabrik di Surabaya dan aktif melakukan penetrasi pasar ke seluruh pelosok Tanah Air dan juga manca negara.
Strategi bauran komunikasi dan promosi pemasaran
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemasaran modern memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik, menawarkannya dengan harga yang menarik, dan membuatnya mudah didapat oleh pelanggan sasaran. Perusahaan harus juga berkomunikasi dengan para pelanggan yang ada sekarang dan pelanggan potensial, pengecer, pemasok, pihak pihak yang memiliki kepentingan pada perusahaan tersebut, dan masyarakat umum. Setiap perusahaan tidak dapat menghindari peranannya sebagai komunikator dan promotor. Bagi sebagian besar perusahaan, pertanyaannya bukanlah apakah akan melakukan komunikasi tersebut atau tidak, tetapi lebih pada apa yang akan dikomunikasikan, kepada siapa dan seberapa sering.
Strategi pasar konsumen
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Beberapa tahun terakhir ini perkembangan dunia bisnis sangatlah cepat dan membuat pihak-pihak yang terlibat didalamnya harus bekerja keras agar keberadaannya tetap diakui oleh pelanggan mereka. Bervariasinya merek dan jenis produk menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat hanya berdiam diri dalam melakukan bisnisnya. Perusahaan harus mulai berpikir untuk mengalahkan para pesaingnya. Hanya perusahaan yang betul-betul kuat yang akan memenangkan persaingan. Dalam usahannya menuju perusahaan yang kuat, para pengambil keputusan di dalam perusahaan diwajibkan untuk merubah cara berpikir mereka. Jika dahulu mereka berpikir hanya untuk mencari keuntungan semata, saat ini mereka harus berpikir secara strategis untuk mempertahankan produknya agar tetap eksis.
Berebut bisnis sabun dan mi
Di bawah ini adalah artikel mengenai persaingan dalam bisnis sabun antara perusahaan Indofood dengan Wings. Menurut pendapat saya kedua perusahaan ini sangat dominan dalam dunia persaingan diantaranya untuk produk sabun dan mie. Karena ke dua perusahaan ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hanya saja bedanya kalau produk Indofood kebanyakan dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas sedangkan Wings biasanya dikonsumsi oleh menengah ke bawah karena harganya yang relative murah dan bisa dijangkau oleh semua masyarakat.
Kerahasiaan bank
PENDAHULUAN
Bank adalah bagian dari sistem keuangan dan sistem pembayaran suatu negara. Bahkan pada era globalisasi sekarang ini, bank juga telah menjadi bagian dari system keuangan dan sistem pembayaran dunia. Mengingat hal yang demikian itu, maka begitu suatu bank telah memperoleh izin berdiri dan beroperasi dari otoritas moneter dari Negara yang bersangkutan, bank tersebut menjadi “milik” masyarakat. Oleh karena itu eksistensinya bukan saja hanya harus dijaga oleh para pemilik bank itu sendiri dan pengurusnya, tetapi juga oleh masyarakat nasional dan global.
Makalah akuntansi manajemen “Sistem Just In Time”
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sistem pemanufakturan tradisional mengatur skedul produksinya berdasarkan pada peramalan kebutuhan di masa yang akan datang. Padahal tidak seorangpun yang dapat memprediksi masa yang akan datang dengan pasti walaupun dia memiliki pemahaman yang sempurna tentang masa lalu dan memiliki insting yang tajam terhadap kecendrungan yang terjadi di pasar Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam sistem tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi daripada produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya.







Komentar terahir